Kamis, 13 April 2017

Lesson 7 - Body Language

Komunikasi tidak hanya bisa dilakukan ketika kita berbicara atau mengeluarkan suara, kita dapat menggunakan lebih dari sekedar kata-kata dengan wajah kita, tangan kita, dan bahkan tubuh kita sendiri. Jenis komunikasi dapat disebut "bahasa tubuh" atau “body language”. Komunikasi jenis ini digunakan untuk mengekspresikan diri kita yang berarti bahwa kita dapat menunjukkan perasaan, sikap, suasana hati, harapan dan keinginan dengan cara yang jauh lebih baik dengan bahasa tubuh daripada dengan kata-kata.  Komunikasi  ini tidak hanya meliputi gerakan tubuh tetapi juga gerak tangan, ekspresi wajah termasuk kontak mata, dan bagaimana kita menggunakan suara kita.
Ada 2 cara kita menunjukkan ekspresi atau reaksi kita yaitu:
-          By doing (melakukan)
Gerakan tangan, gerakan kaki, gerakan kepala, gerakan bibir/mulut, ekspresi wajah, postur tubuh, tatapan mata, cara berjalan, dll
-          By saying (mengatakan)
Intonasi, nada, tempo, mengeluarkan kata seru (Ah!, Em!, Oh!),dll


 











Lesson 6 - Word Order

Word order berarti urutan kata. Mayoritas kalimat bahasa Inggris tersusun dengan sentence pattern (pola kalimat) SVO (subject-verb-object). SVO berati verb (kata kerja) muncul setelah subject dan direct object muncul setelah verb

Contoh SVO:
Keterangan:
S = bold; V = italic; O = underline


No
Contoh Kalimat
1
She baked Portuguese egg tarts.
(Dia memanggang Portuguese egg tarts.)
2
They found nothing.
(Mereka tak menemukan apapun.)
3
Dini and her family love cats.
(Dini dan keluarganya menyukai kucing.)






Jika indirect object (I) ditambahkan, pola kalimat yang mungkin adalah SVOI atau SVIO. Pada pola SVOI, antara direct object dan indirect object diselangi preposition “to” atau “for”.
Contoh:
Keterangan:
S = bold; V = italic; O = underline; I = green
Pola
Contoh Kalimat Word Order
SVOI
My old friend sent me a very long letter.
(Teman lama saya mengirimi saya sebuah surat yang sangat panjang.)
SVIO
My old friend sent a very long letter to me.
(Teman lama saya mengirim sebuah surat yang sangat panjang untuk saya.)

Lesson 5 - Imperative Sentences

Imperative adalah verb (kata kerja) yang digunakan untuk memberikan command  (perintah),  warning (peringatan),  advice  (nasehat),  instruction (instruksi/petunjuk), maupun request  (permintaan).  Biasanya imperative sentences itu terdiri dari kata-kata perintah, saran, himbauan, dan larangan. Kalimat ini sering diakhiri dengan tanda seru “!”. Hal itu dikarenakan perintah dari pembicara sangat dibutuhkan. Namun jika itu berupa saran atau perintah yang sopan maka gunakan titik di akhir kalimat

Aturan Penggunaan Imperative
Berikut beberapa aturan penggunaan kata kerja, subjek kalimat, dan kata kerja bantu (do) pada kalimat.

Aturan Penggunaan Imperative
Contoh Imperative
Kata kerja yang digunakan merupakan bare infinitive (tanpa “to”).
Go!, Be Careful!, Sit down!
Verb ini tidak membutuhkan penambahan subject karena subject “you” telah tersirat (elliptical construction).
Shut the window!
(Tutup jendela!)
Kata kerja dapat dibuat lebih sopan dengan menambahkan kata “do” di depan verb.
Do open the door.
(Buka pintu.)
Bentuk negatif didapat dengan menambahkan “don’t” atau “do not” di depan verb.
Do not step on the grass.
(Jangan menginjak rumput.)
Don’t be careless.
(Jangan ceroboh.)
Jika pembicara ikut serta dalam tindakan yang diajukan di dalam kalimat, tambahkan “let’s” atau “let us” maupun bentuk negatifnya, “let’s not” di depan verb.
Let’s go to the wedding ceremony.
(Ayo pergi ke pesta pernikahan itu.)
Let’s not complain anymore.
(Mari kita tidak mengeluh lagi.)

Fungsi dan Contoh Imperative
Beberapa fungsi dan contoh imperative sebagai berikut.
Fungsi
Contoh Imperative
Imperative digunakan untuk memberikandirect order/command (perintah langsung).Perintah biasanya diberikan oleh orang yang memiliki authority (kewenangan) atau kepada anak-anak maupun binatang. Jikaimperative di dalam kalimat, Intonasi menurun pada akhir kalimat.
Wake up now!
(Bangun sekarang!)
Get out!
(Keluar!)
Imperative digunakan untuk memberikanwarning/prohibition (peringatan).Biasanya untuk memperingatkan seseorang akan bahaya. Intonasi meninggi pada kata terakhir.
Watch out!
(Awas!)
Don’t touch me!
(Jangan sentuh saya!)
Imperative digunakan untuk memberikanadvice (nasehat).Kalimat diucapkan dengan intonasi normal.
Don’t be panic.
(Jangan panik.)
Do not eat too much.
(Jangan makan terlalu banyak.)
Imperative digunakan untuk memberikaninstruction (instruksi/petunjuk)
Go straight ahead then turn left.
(Jalan lurus ke depan lalu belok kiri.)
Take the pill after a meal.
(Minum pil setelah makan.)
Imperative digunakan untuk mengajukanrequest (permintaan/permohonan).Untuk mengajukan request, dapat digunakan kata “please” untuk membuat kata kerja ini menjadi lebih sopan.
Please don’t go.
(Tolong jangan pergi.)
Please reconsider.
(Tolong pertimbangkan kembali.)
Let me alone, please.
(Biarkan saya sendiri.)
·         Would you like to give me some food, please?
·         Could you please stay here?
·         Will you invite him, please?

Lesson 4 - Yes Or No Questions

Dalam bahasa Inggris, menurut aturan grammar, ada beberapa pertanyaan yang cukup dijawab dengan “ya” atau “tidak”. Misalkan, pertanyaan “Apakah kamu ingin pergi?” cukup dijawab dengan “Ya” atau “Tidak”.

Cara membuat yes or no questions
ü  Aturan 1
Jika kalimat positif hanya menggunakan to be sebagai kata kerja, maka balikkan subjek dengan kata kerja, kemudian tambahkan tanda Tanya di akhir kalimat interogatif.
They are English. – Are they English?
She is an accountant. – Is she an accountant?
He is a murder. – Is he a murder?

ü  Aturan 2
Jika kalimat positif mempunyai kata kerja utama ditambah dengan kata kerja bantu (auxiliary verbs) maka balikkan posisi subjek dengan posisi kata kerja bantu yang pertama.
They are swimming in my pool. – Are they swimming in my pool?
She has done her homework today. – Has she done her homework today?
He will always be with us. – Will he always be with us?

ü  Aturan 3
Jika kalimat positif tidak mempunyai to be dan tidak pula mempunyai kata kerja bantu (auxiliary verbs), maka perubahannya akan lebih kompleks. Penjelasannya adalah sebagai berikut.

3.1. Tambahkan Do di awal kalimat interogatif apabila subjeknya I, we, they, dan you. Termasuk juga subjek yang jamak namun tidak ditulis dalam bentuk they, misalnya parents, teachers, speakers, mechanics.
You like football. – Do you like football?
Their parents cook in the kitchen. – Do their parents cook in the kitchen?
We have a strong opinion. – Do we have a strong opinion?

3.2. Tambahkan does jika subjeknya adalah orang ketiga tunggal, yaitu he, she, it. Namun jangan lagi tambahkan akhiran s/es ketika kata kerja sudah diubah ke dalam bentuk kalimat Tanya.
Danny plays football. – Does Danny play football?
He fixes the car. – Does he fix the car?
She eats apple. – Does she eat apple?

3.3. Tambahkan did di awal kalimat apabila kalimat positif berbentuk past tense. Kemudian kembalikan kata kerja utama menjadi kata kerja present atau kembalikan ke bentuk awal.
You liked football. – Did you like football?
Their parents cooked in the kitchen. – Did their parents cook in the kitchen?
We had a strong opinion. – Did we have a strong opinion?
Danny played football. – Did Danny play football?
He fixed the car. – Did he fix the car?
She ate apple. – Did she eat apple?


Contoh yes or no question dalam bahasa Inggris
Are you a student?
Do you like tea?
Have you ever been discriminated?
Is she a tailor?
Do you believe in God?
Is she a police?
Does she like me?
http://www.resepkuekeringku.com/2014/11/resep-donat-empuk-ala-dunkin-donut.html www.lowongankerjababysitter.com www.lowongankerjapembanturumahtangga.com www.lowonganperawatlansia.com www.lowonganperawatlansia.com www.yayasanperawatlansia.com www.penyalurpembanturumahtanggaku.com www.bajubatikmodernku.com www.bestdaytradingstrategyy.com www.paketpernikahanmurahjakarta.com www.paketweddingorganizerjakarta.com www.undanganpernikahanunikmurah.com